banner 728x250

Maju Calon BPD Setia Mulya, Bang Rama Siap Benahi Benang Kusut Infrastruktur dan Transparansi Insentif RT/RW

banner 120x600
banner 468x60

narasinegeri.my.id,Bekasi– (20/5/2026) Masalah infrastruktur jalan dan buruknya tata kelola saluran air masih menjadi keluhan utama warga di kawasan Jalan Raya Tarumajaya, Kampung Pamahan Bulak, Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Pasalnya, intensitas hujan ringan bahkan dengan durasi pendek sekitar 30 menit saja sudah cukup untuk membuat akses jalan utama tersebut terendam banjir dan menyulitkan aktivitas warga.

banner 325x300

​Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari salah satu tokoh pemuda setempat, Rama, atau yang akrab disapa Bang Rama. Berangkat dari keresahan warga dan kecintaannya terhadap tanah kelahiran, Bang Rama secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Calon Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Setia Mulya periode mendatang.

​Got Tak Terawat dan Proyek Setengah Jalan

​Menurut Bang Rama, akar permasalahan genangan air di Jalan Raya Tarumajaya bukan disebabkan oleh kontur jalan yang rendah, melainkan akibat saluran air (got) warga yang tidak terawat dan tersumbat. Meskipun pemerintah daerah setempat telah melakukan pemasangan beton saluran air (u-ditch) di beberapa titik bagian barat, sayangnya wilayah bagian timur terkesan diabaikan tanpa adanya perbaikan yang merata.

​Di beberapa titik pemukiman, limpasan air rumah tangga langsung tumpah ke jalan akibat ketiadaan selokan atau tergerus oleh bahu jalan. Upaya swadaya yang sempat digerakkan oleh pengurus RT/RW pun dinilai hanya menjadi solusi sementara yang tidak berkelanjutan karena tidak menyentuh akar masalah teknis.

​”Kampung kita ini dulunya asri dan nyaman dilewati. Sekarang kalau habis hujan, kondisinya memprihatinkan, becek seperti ‘jakan bebek’. Ini tidak bisa dibiarkan dan harus ditangani intensif oleh ahlinya, bukan sekadar dibebankan kepada porsi kerja RT/RW,” ujar Bang Rama dengan nada prihatin.

 

​Serapan Aspirasi: Dari Masalah Banjir hingga Kesejahteraan Aparatur

​Selain persoalan infrastruktur fisik, dalam dialognya bersama warga, Bang Rama juga menyoroti masalah kesejahteraan aparatur tingkat bawah. Ia menerima laporan bahwa sejumlah ketua RT/RW di wilayah tersebut mengalami keterlambatan pencairan insentif atau gaji hingga 7 bulan. Kondisi ini berbanding terbalik dengan desa-desa tetangga yang penyalurannya berjalan lancar. Ketimpangan prioritas ini dinilai dapat menurunkan produktivitas pelayanan publik di tingkat akar rumput.

​Mengusung Visi “Jujur dalam Amanah, Nyata dalam Kerja”

​Menanggapi berbagai persoalan pelik tersebut, Bang Rama yang maju melalui jalur independen ini mengusung visi utama: “Jujur dalam Amanah, Nyata dalam Kerja”. Ia menegaskan bahwa motivasinya mencalonkan diri menjadi anggota BPD bukan demi mengejar kursi jabatan, melainkan sebagai jembatan resmi untuk membawa perubahan ke dalam sistem pemerintahan desa.

​”Guru saya pernah berpesan, jika kita ingin merapikan dan membenahi suatu wilayah secara efektif, kita harus masuk ke dalam sistem. Di dalam BPD, kita punya standarisasi dan wewenang hukum yang jelas untuk mengawal anggaran serta kebijakan desa agar tepat sasaran,” pungkasnya.

​Melalui momentum pemilihan BPD Setia Mulya ini, Bang Rama berkomitmen penuh untuk mengedepankan prinsip transparansi, pengawasan anggaran yang ketat, serta memperjuangkan hak-hak pengurus RT/RW demi terwujudnya infrastruktur Desa Setia Mulya yang lebih layak dan bebas banjir.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *