banner 728x250

Gelora Bahari 2026 Hadirkan Speed Race Kapal Tradisional di Kepulauan Seribu Utara

Ajang pelestarian budaya maritim ini dorong kunjungan wisatawan dan pemberdayaan masyarakat lokal

banner 120x600
banner 468x60

KEPULAUAN SERIBU UTARA, NARASINEGERI.MY.ID

Lomba adu cepat kapal nelayan tradisional akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam gelaran “Gelora Bahari Seribu Utara 2026” yang berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026.

banner 325x300

Perlombaan dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB dengan garis start di Pulau Kelapa dan finis di Pulau Harapan. Jalur ini merupakan rute perairan yang biasa dilalui nelayan, sekaligus menyuguhkan panorama khas pesisir Kepulauan Seribu.

Mengusung tema “Semangat Bahari Menuju Wisata Berdikari”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas maritim serta mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, SIK, MSi dijadwalkan hadir dan telah menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.

Ia menilai potensi bahari di wilayah Pulau Kelapa hingga Pulau Harapan memiliki nilai strategis untuk dikembangkan secara berkelanjutan.

Pelestarian Budaya Bahari dan Identitas Lokal

Sementara itu, Lurah Pulau Kelapa Muhammad Adriansyah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya maritim khas Kepulauan Seribu.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya lomba kapal cepat tradisional ini sebagai wujud pelestarian budaya bahari. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda agar bangga akan identitas pesisir,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai kejujuran dan persaudaraan antarwarga menjadi hal penting yang dijunjung selama kompetisi berlangsung.

Selain itu, lomba ini juga diharapkan mampu memotivasi nelayan untuk terus berinovasi dalam teknik pembuatan kapal tradisional yang tangguh dan kompetitif.

Dorong Pariwisata dan Ekonomi Masyarakat

Lebih jauh, Adriansyah menilai penyelenggaraan lomba ini memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada kebangkitan ekonomi masyarakat, khususnya di Kelurahan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan,” katanya.

Efek berganda dari kegiatan ini mulai terasa, terutama bagi pelaku usaha kecil.

Peningkatan kunjungan wisatawan berpotensi mendorong sektor transportasi laut, penginapan, hingga penjualan kuliner dan produk olahan hasil laut.

Dengan kolaborasi antara masyarakat, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dan pemangku kepentingan, Speed Race Kapal Nelayan Tradisional diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal di Kepulauan Seribu Utara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *