banner 728x250
Berita  

Titik Temu Coffee Dorong Kopi Lokal di Tengah Pertumbuhan Bisnis F&B

banner 120x600
banner 468x60

Indo- Pos.id
JAKARTA — Gelaran Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi perkembangan olahraga nasional, tetapi juga membuka ruang bagi industri kreatif, kuliner, gaya hidup, hingga bisnis untuk berinteraksi dengan masyarakat yang lebih luas.

Mengusung tema “Beyond The Game 2.0: From Nation Building To Global Industry”, Indonesia Sports Summit 2026 yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, turut diramaikan sejumlah pelaku usaha, salah satunya Titik Temu Coffee (.TEMU).

banner 325x300

Jaringan kedai kopi yang memasuki tahun ke-10 tersebut memanfaatkan momentum ISS 2026 untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas brand awareness kepada pengunjung dari berbagai kalangan.

Pada hari pertama penyelenggaraan, Jumat (11/9/2026), Co-Founder sekaligus Owner Titik Temu Coffee, Nanda Oka, bersama Head Roaster dan Quality Control (QC) .TEMU Roastery, Angeline Lauwrence, memperkenalkan sejumlah produk unggulan yang menjadi bagian dari perkembangan bisnis Titik Temu.

Beberapa produk yang ditawarkan antara lain Mont Blanc, Butterscotch Latte, Salt Bread, hingga Donut. Nanda mengatakan, Mont Blanc menjadi salah satu menu minuman yang paling banyak diminati pelanggan.

“Kalau bestseller untuk minuman, kita ada Mont Blanc. Kebetulan resep satu produk yang cukup baru juga dari kita. Untuk Salt Bread, kita ada Salt Bread Garlic. Garlic Cheese Salad juga bestseller,” ujar Nanda.

Menjual Kopi Sekaligus Experience
Lebih dari sekadar menawarkan produk kopi, Titik Temu sejak awal dibangun dengan konsep yang menggabungkan berbagai latar belakang dan keahlian para pendirinya. Mulai dari arsitektur, food and beverage (F&B), branding hingga bisnis, berbagai perspektif tersebut kemudian dipadukan untuk membentuk karakter Titik Temu.

“Dari beberapa background yang berbeda, kita disatukan langsung. Jadi kita bikin Titik Temu,” kata Nanda.

Konsep tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu kekuatan utama Titik Temu, yakni menghadirkan pengalaman berbeda di setiap gerainya.

Menurut Nanda, setiap gerai Titik Temu memiliki karakter tersendiri, baik dari sisi desain, arsitektur maupun suasana yang ditawarkan kepada pelanggan. Karena itu, pengalaman menikmati kopi menjadi bagian penting dari identitas brand.

“Keunggulan kita memang menjual experience. Setiap datang ke Titik Temu, tempatnya berbeda-beda. Experience-nya juga berbeda. Arsitekturnya juga sangat bagus, jadi setiap tempat kita punya keunikan masing-masing,” jelasnya.

Konsep tersebut menjadi strategi Titik Temu dalam membangun hubungan dengan konsumen di tengah persaingan industri kopi yang semakin berkembang. Kopi tidak lagi sekadar menjadi produk konsumsi, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan pengalaman masyarakat urban.

Dorong Kopi Lokal

Di balik pengembangan produk dan konsep gerai, Titik Temu juga memberikan perhatian terhadap penggunaan biji kopi lokal Indonesia.

Nanda mengatakan, meski dalam pengembangan produknya Titik Temu menggunakan sejumlah jenis kopi dari luar negeri, kopi lokal tetap menjadi pilihan utama. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut mendorong pertumbuhan industri kopi nasional.

“Kita utamanya kopi lokal karena memang kita mau memajukan industri perkopian lokal,” ujarnya.

Komitmen terhadap kopi lokal tersebut juga tidak terlepas dari perhatian Titik Temu terhadap keberlanjutan ekosistem industri kopi, mulai dari petani hingga pelaku usaha di sektor hilir.

Angeline Lauwrence menambahkan, pengembangan produk dan pengendalian kualitas menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi kopi yang disajikan kepada pelanggan.

Menurutnya, penguatan industri kopi tidak hanya membutuhkan inovasi di tingkat kedai atau roastery, tetapi juga dukungan terhadap ekosistem dari hulu hingga hilir.

10 Tahun Bertumbuh, Kini 14 Gerai
Titik Temu Coffee pertama kali membuka gerainya pada 2016 di Seminyak, Bali. Dua tahun berselang, brand tersebut mulai berekspansi ke Jakarta dan terus memperluas jaringan ke sejumlah daerah di Indonesia.

Memasuki tahun ke-10, Titik Temu kini telah memiliki 14 gerai yang tersebar di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Bali, Medan dan Batam.

Ekspansi tersebut terus berlanjut. Salah satu gerai terbaru Titik Temu berada di kawasan Dharmawangsa, Jakarta, yang dibuka bertepatan dengan penyelenggaraan Indonesia Sports Summit 2026.

Pertumbuhan bisnis tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Nanda menyebut, saat ini sekitar 300 orang terlibat dalam operasional bisnis Titik Temu, termasuk pekerja part-time.

Untuk produk kopi, Titik Temu menyasar segmen premium dengan kisaran harga sekitar Rp40.000–Rp50.000 untuk sejumlah menu. Selain menikmati langsung di gerai, konsumen juga dapat memesan produk Titik Temu melalui sejumlah platform pemesanan makanan dan minuman daring.

Namun demikian, Nanda menilai pengalaman langsung di gerai tetap menjadi kekuatan utama yang membedakan Titik Temu.

ISS 2026 Jadi Momentum Perluas Pasar
Keikutsertaan Titik Temu dalam Indonesia Sports Summit 2026 menjadi bagian dari strategi memperkenalkan brand kepada kelompok konsumen yang lebih luas.

Nanda menilai, event dengan skala besar seperti ISS dapat menjadi ruang pertemuan antara brand dengan calon konsumen dari berbagai latar belakang yang sebelumnya mungkin belum mengenal Titik Temu.

“Untuk awareness, menjaga market baru. Mungkin tidak semua orang tahu Titik Temu. Dengan ikut acara ini jadi tahu Titik Temu,” katanya.

Ke depan, Nanda berharap pertumbuhan industri kopi nasional dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor hulu, khususnya pertanian kopi.

Menurutnya, dukungan pemerintah berupa fasilitas dan sumber daya bagi pelaku usaha maupun sektor pertanian akan membantu menciptakan ekosistem kopi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah fluktuasi harga bahan baku kopi yang turut memengaruhi pelaku usaha di sektor hilir.

“Kalau kita bisa ada support secara resources dan fasilitas, mungkin itu bisa lebih terbantu, sehingga harganya tidak mau setinggi itu,” pungkas Nanda.

Bagi Titik Temu, perjalanan satu dekade bukan hanya tentang bertambahnya jumlah gerai, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem bisnis yang mempertemukan kopi lokal, kreativitas, pengalaman konsumen, serta peluang ekonomi.

Di tengah berkembangnya industri gaya hidup dan ekonomi kreatif Indonesia, kehadiran Titik Temu di Indonesia Sports Summit 2026 menunjukkan bahwa semangat “Beyond The Game” juga dapat diterjemahkan melalui kolaborasi lintas industri dan lahirnya pengalaman baru bagi masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *