TANGERANG – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) meraih Primaniyarta Award 2026 kategori Kepala Daerah Pendukung Ekspor. Penghargaan dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersebut menjadi apresiasi atas upaya pemerintah daerah dalam mendorong aktivitas ekspor melalui kemudahan pelayanan, penguatan koordinasi lintas instansi, serta dukungan terhadap pelaku usaha yang menembus pasar internasional.
Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menerima penghargaan itu dari Presiden Prabowo Subianto dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10/2026).
Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai mampu mendukung peningkatan ekspor melalui kebijakan dan pelayanan yang memudahkan dunia usaha selama tiga tahun terakhir. Penilaian juga mencakup kolaborasi pemerintah daerah dengan instansi terkait serta keberhasilan eksportir memanfaatkan dukungan yang tersedia.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Arief Salman, mengatakan penghargaan tersebut diraih setelah melalui serangkaian tahapan penilaian. Menurutnya, perkembangan iklim ekspor yang positif menjadi salah satu faktor yang mendukung pencapaian Kepri.
“Alhamdulillah, Kepulauan Riau berhasil meraih Primaniyarta Award 2026 setelah melalui tahap penilaian. Sejak awal kami cukup optimistis bisa meraih Primaniyarta karena memang iklim ekspor kita cukup positif,” ujar Arief.
Ia menjelaskan, dukungan pemerintah daerah terhadap eksportir diwujudkan melalui koordinasi lintas instansi dan penyederhanaan pelayanan administrasi. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu pelaku usaha mengatasi kendala administratif, meningkatkan efisiensi pengiriman barang, serta menjaga daya saing produk Kepri di pasar global.
Sejumlah perusahaan yang berhasil menembus pasar internasional turut menjadi contoh keberhasilan dalam proses penilaian. Salah satunya PT Bintan Intan Gemilang (BIG) di Kabupaten Bintan yang mengekspor produk ikan fillet ke sejumlah negara.
Kepri juga memiliki eksportir dari sektor peternakan, yakni PT Indojaya Agrinusa (IJA), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, yang melakukan pengiriman ayam hidup melalui jalur laut ke Singapura. Selain itu, komoditas ikan kerapu hidup dari Kepri juga telah menjangkau pasar Hong Kong.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa peluang ekspor Kepri tidak hanya ditopang sektor industri, tetapi juga berasal dari potensi perikanan dan peternakan. Keragaman komoditas ini menjadi peluang bagi daerah untuk memperluas pasar, meningkatkan aktivitas usaha, dan memperkuat kontribusi sektor produktif terhadap perekonomian.
Salah satu bentuk kemudahan yang dirasakan eksportir adalah pelayanan penerbitan Surat Keterangan Asal (SKA). Menurut Arief, dokumen tersebut dapat diterbitkan pada hari libur selama seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi.
“Saat ini ada beberapa instansi yang dapat mengeluarkan SKA. Alhamdulillah semuanya dipermudah. Selama administrasi lengkap, hari libur pun bisa dikeluarkan,” jelasnya.
Fleksibilitas pelayanan tersebut penting untuk mendukung kelancaran kegiatan ekspor, terutama ketika jadwal pengiriman harus menyesuaikan kebutuhan logistik dan permintaan pembeli di luar negeri. Dengan pelayanan yang lebih responsif, pelaku usaha memiliki ruang lebih besar untuk mengatur proses administrasi sesuai jadwal pengiriman.
Dari sisi perdagangan, Kepri mencatat nilai ekspor nonmigas sekitar US$13,6 miliar selama Januari–Agustus 2026 berdasarkan data yang disampaikan Disperindag Kepri. Angka tersebut memperlihatkan besarnya aktivitas perdagangan luar negeri provinsi yang memiliki posisi strategis di jalur perdagangan regional.
Golongan mesin dan peralatan listrik dengan kode HS 85 menjadi komoditas ekspor nonmigas terbesar Kepri. Nilainya mencapai US$6.749,10 juta atau sekitar 49,59 persen dari total ekspor nonmigas pada periode tersebut.
Sementara itu, Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor nonmigas terbesar dengan nilai US$3.580,54 juta atau sekitar 26,31 persen. Singapura dan India juga tercatat sebagai pasar utama produk ekspor Kepulauan Riau.
Raihan Primaniyarta Award 2026 diharapkan menjadi dorongan bagi Pemerintah Provinsi Kepri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan perdagangan, memperluas akses pasar, dan mendorong semakin banyak pelaku usaha daerah mengembangkan kegiatan ekspornya.
Penghargaan ini sekaligus menyoroti pentingnya sinergi pemerintah daerah, instansi terkait, dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing produk Indonesia. Dengan dukungan pelayanan yang responsif serta pengembangan potensi komoditas unggulan, Kepri berpeluang memperluas jangkauan pasar internasional sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perdagangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.




















