JAKARTA, NARASI NEGERI –
Himpunan Keluarga Maluku Utara (HIKMU) menggelar Bazar UMKM dan Santunan Anak Yatim bertema “Solidaritas dan Silaturahmi Menuju Maluku Utara Berdaya” di Jakarta International Velodrome, Minggu (15/02/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum mempererat tali silaturahmi keluarga besar Maluku Utara di perantauan sekaligus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Utara, Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Ongen Sangadji, serta sejumlah tokoh nasional lainnya.
Ketua Umum HIKMU, Nabil Muhammad Salim, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bazar, melainkan ruang konsolidasi dan penguatan solidaritas warga Maluku Utara di perantauan.
Tujuan utama acara ini adalah silaturahmi keluarga besar Maluku Utara di perantauan sekaligus menyambut bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat. Kita ingin UMKM warga Maluku Utara meningkat kesejahteraannya,” ujar Nabil.
36 UMKM Tampil,
Produk Unggulan dari Halmahera hingga Tidore
Sebanyak 36 UMKM warga Maluku Utara turut meramaikan bazar dengan ragam produk makanan, minuman, hingga kerajinan khas daerah. Produk yang ditampilkan berasal dari berbagai wilayah, termasuk Halmahera dan Tidore.
Hadir pula PKK Kabupaten Halmahera Utara yang datang langsung dari Tobelo, serta Tenun Tidore Putodino Kayangan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, lima UMKM binaan dari Dinas Jakarta Timur juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut Nabil, kehadiran para pelaku UMKM ini merupakan bagian dari komitmen HIKMU untuk membantu pelaku usaha naik kelas.
“HIKMU berbuat bukan hanya untuk anggota, tetapi untuk seluruh keluarga Maluku Utara, baik yang di Jakarta maupun di kampung halaman. Kita ingin produk unggulan Maluku Utara mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” tegasnya.
Dorong Digitalisasi dan Akses Pembiayaan
Dalam kesempatan tersebut, Nabil juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama dalam hal pembiayaan dan pembinaan. HIKMU, kata dia, berupaya menjawab tantangan tersebut melalui pelatihan serta dorongan digitalisasi usaha.
“Sekarang platform e-commerce sangat penting. UMKM harus masuk ke digitalisasi agar bisa naik kelas. Kami adakan pelatihan dan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah agar dukungan pembiayaan dan pembinaan semakin kuat,” jelasnya.
Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan perantau Maluku Utara dapat semakin solid dalam membangun ekonomi daerah.
“Harapan kami, seluruh masyarakat Maluku Utara—baik di perantauan maupun di kampung halaman—serta pemerintah daerah bisa berkolaborasi meningkatkan kualitas produk unggulan kita agar mampu bersaing di pasar nasional dan global,” pungkasnya.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dalam menyambut bulan suci Ramadan.



















