Narasinegeri, JAKARTA – Resimen Mahasiswa (Menwa) Jayakarta menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 di Aula Skomen Jayakarta, Jumat (15/5/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum refleksi perjalanan panjang organisasi sekaligus penguatan semangat bela negara bagi generasi muda.
Komandan Menwa Jayakarta, Letkol CHK Andi Putu Hamka, S.H., M.H., mengatakan usia 64 tahun menjadi penanda kematangan organisasi yang telah melalui berbagai tantangan sejak didirikan.
“Hari ini merupakan hari yang sangat sakral bagi kita semua. Usia 64 tahun bukan waktu yang singkat bagi Resimen Mahasiswa. Jika diibaratkan usia manusia, 64 tahun merupakan usia yang sudah sangat matang dengan berbagai pengalaman, tantangan, suka dan duka yang telah dilalui,” kata Andi Putu Hamka dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, perjalanan Menwa Jayakarta tidak selalu berjalan mudah. Pasca reformasi 1998, Menwa tidak lagi menjadi prioritas pembinaan setelah adanya perubahan kebijakan terhadap TNI. Kendati demikian, Menwa Jayakarta disebut tetap mampu bertahan dan berkembang hingga saat ini.
Menurut Andi, bertahannya Menwa selama lebih dari dua dekade tanpa pola pembinaan sebelumnya menjadi bukti kuatnya solidaritas dan dukungan para senior.
“Sudah 26 tahun Menwa lepas dari pola pembinaan sebelumnya, tetapi Menwa Jayakarta masih berdiri kokoh. Bahkan gedung yang dulunya hanya dua lantai kini berkembang menjadi lima lantai. Semua ini berkat dukungan para senior dan para pimpinan di berbagai lembaga,” ujarnya.
Dalam rangkaian HUT ke-64, Menwa Jayakarta juga menggelar sejumlah kegiatan, mulai dari pertandingan olahraga antaranggota Menwa se-Indonesia, perbaikan Taman Makam Pahlawan, hingga lomba menembak tingkat nasional.
Menurut Andi, seluruh kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat militansi anggota dan dukungan berbagai pihak meski tanpa anggaran khusus.
“Semua terlaksana karena militansi adik-adik serta dukungan dari para senior dan pihak-pihak yang peduli terhadap Menwa Jayakarta,” katanya.
Ia menambahkan, momentum ulang tahun juga menjadi refleksi atas posisi strategis Menwa dalam sistem pertahanan negara, khususnya setelah hadirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara yang mengatur komponen cadangan.
Menurut dia, Menwa secara faktual telah menjalankan fungsi komponen cadangan jauh sebelum regulasi tersebut diterbitkan.
“Secara de facto, Menwa sudah menjalankan fungsi komponen cadangan,” ungkapnya.
Dalam sejarahnya, Menwa disebut pernah terlibat dalam berbagai penugasan negara, mulai dari operasi di Timor Timur, Operasi Seroja, misi Garuda di Kongo, hingga penugasan di Sinai.
Peringatan HUT ke-64 Menwa Jayakarta diharapkan dapat memperkuat semangat pengabdian, loyalitas, dan komitmen organisasi dalam mencetak generasi muda yang memiliki jiwa bela negara serta siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. (L)



















