banner 728x250

Sorotan Hari Lingkungan Hidup: Aliansi Jurnalis Bersatu Desak Evaluasi Limbah Bus di Terminal Tanjung Priok

banner 120x600
banner 468x60

​narasinegeri.my.id,JAKARTA UTARA – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jakarta Utara diwarnai aksi turun lapangan oleh Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB). Langkah ini dipicu oleh keluhan masyarakat terkait adanya genangan air berbau menyengat yang diduga kuat berasal dari pembuangan limbah toilet armada bus di area Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (24/6/2026).

​Merespons laporan tersebut, Ketua Umum DPP AJB, Andi Mulyati Pananrangi, memimpin langsung jajarannya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik genangan air limbah tersebut berada di area publik yang padat lalu lalang penumpang, bahkan lokasinya berdekatan dengan fasilitas tempat ibadah (masjid) terminal. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan higienitas lingkungan.

banner 325x300

Respons Cepat Kepala Terminal dan Sanksi Teguran

​Usai meninjau lokasi, rombongan AJB langsung menggelar pertemuan dengan Kepala Terminal Tanjung Priok, Sandi, guna mencari solusi konkret.

​Dalam konfirmasinya, Sandi menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh ketidaktahuan penumpang bus PO Agramas yang menggunakan fasilitas toilet saat armada sedang dalam posisi parkir di terminal.

​“Pihak penumpang maupun pengemudi dari PO Agramas sudah menyatakan permohonan maaf mereka. Sebagai tindakan tegas, kami telah melayangkan teguran keras serta imbauan langsung kepada manajemen perusahaan otobus (PO) yang bersangkutan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Sandi, Rabu (24/6/2026).

AJB Desak Penegakan Perda Pengelolaan Sampah

​Meski mengapresiasi respons cepat yang dilakukan pihak pengelola terminal, Ketua Umum DPP AJB, Andi Mulyati Pananrangi, meminta agar pengawasan tidak kendor pasca-kejadian ini. Ia mendesak adanya langkah preventif jangka panjang.

​“Kami meminta pengelola terminal berkolaborasi dengan pihak terkait untuk memperketat pengawasan terhadap setiap armada bus yang beroperasi. Sistem pengelolaan limbah kendaraan umum harus dievaluasi total agar benar-benar patuh pada Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah,” ujar Andi.

​AJB mengingatkan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup tidak boleh sekadar menjadi perayaan seremonial belaka. Diperlukan komitmen dan aksi nyata dari seluruh elemen—mulai dari otoritas terminal, operator bus, hingga kesadaran penumpang—untuk menjaga kebersihan fasilitas publik yang saban hari melayani ribuan hajat hidup orang banyak.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *