banner 728x250

Mimik Idayana, “Mbok’e Sidoarjo” yang Hadir Dekat dengan Warga

banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Sidoarjo — Di tengah pesatnya perkembangan industri dan modernisasi di Kabupaten Sidoarjo, muncul gaya kepemimpinan yang dinilai berbeda oleh masyarakat. Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, perlahan mendapat tempat tersendiri di hati warga melalui pendekatan yang dinilai lebih dekat dan humanis.

Sebagian masyarakat bahkan menyebutnya dengan julukan “Mbok’e Sidoarjo”, sebuah sebutan yang mencerminkan kedekatan emosional layaknya sosok ibu bagi warga.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Mimik kerap turun langsung ke lapangan. Ia mengunjungi warga tanpa protokoler ketat, berdialog secara santai, hingga mendengarkan berbagai persoalan masyarakat secara langsung. Pendekatan ini dinilai memberi ruang komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan warga.

banner 325x300

Sejumlah warga menilai kehadiran Mimik bukan sekadar menjalankan fungsi administratif, melainkan juga membawa empati dalam setiap interaksi. Bagi kalangan ibu rumah tangga, ia dianggap sebagai tempat berbagi cerita. Sementara bagi pelaku usaha kecil, kehadirannya dinilai memberi harapan dan perhatian terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Pengamat menilai, julukan yang diberikan masyarakat tersebut tidak lahir dari kampanye formal, melainkan berkembang secara alami dari pengalaman warga yang merasakan langsung interaksi dengan pemimpinnya.

Selain itu, pendekatan yang dilakukan juga dinilai sejalan dengan upaya memperkuat nilai-nilai sosial seperti gotong royong dan kebersamaan. Hal ini menjadi penting di tengah perubahan sosial yang cepat akibat modernisasi.

Gaya kepemimpinan yang mengedepankan kedekatan dan empati dinilai menjadi salah satu alternatif dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Sidoarjo pun tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan tambak, tetapi juga mulai dilihat sebagai daerah yang menghadirkan pendekatan kepemimpinan berbasis nilai sosial.
Ke depan, pola kepemimpinan semacam ini dinilai dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam membangun hubungan yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat, dengan menempatkan empati dan kehadiran sebagai bagian penting dari pelayanan publik. (L)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *