banner 728x250

Edi Prastio Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrei Yunus, Polisi Diminta Bertindak Tegas

PADI mengecam keras penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrei Yunus dan mendesak kepolisian segera mengungkap pelaku.

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, NARASINEGERI.MY.ID –

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrei Yunus, menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu tersebut dinilai sebagai bentuk kekerasan serius terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi.

banner 325x300

Perkumpulan Anti Diskriminasi Indonesia (PADI) melalui Ketua Umumnya, Edi Prastio, menyampaikan kecaman keras terhadap aksi penyiraman air keras tersebut. Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan perjuangan aktivisme di Indonesia.

“PADI mengecam keras tindakan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrei Yunus. Kami mendesak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini hingga pelaku dan pihak yang berada di belakangnya dapat diungkap,” tegas Edi Prastio dalam keterangan yang diterima media.

Menurutnya, kekerasan terhadap aktivis merupakan bentuk intimidasi yang dapat melukai proses demokrasi. Ia menegaskan bahwa negara harus hadir untuk menjamin keamanan setiap warga negara, khususnya mereka yang memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan hak asasi manusia.

Edi juga menyoroti bahwa pada saat kejadian, Andrei Yunus diketahui tengah aktif dalam upaya advokasi hukum. Salah satunya adalah mengajukan permohonan uji materi terhadap Undang-Undang TNI ke Mahkamah Konstitusi.

Kondisi tersebut, kata Edi, membuat insiden penyiraman air keras ini semakin memprihatinkan karena terjadi di tengah proses konstitusional yang sedang ditempuh oleh korban.

“Ketika seorang aktivis sedang menggunakan jalur konstitusional untuk menguji sebuah undang-undang, lalu justru mengalami kekerasan, maka ini menjadi alarm serius bagi demokrasi kita,” ujarnya.

PADI menilai aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional dan transparan agar kasus ini tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Selain itu, perlindungan terhadap para pembela hak asasi manusia juga harus menjadi perhatian serius negara.

“Negara tidak boleh kalah oleh tindakan teror. Kepolisian harus memastikan kasus ini diungkap secara terang benderang,” tambahnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa penyiraman air keras tersebut. Berbagai pihak berharap pengungkapan kasus ini dapat segera dilakukan demi menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum sekaligus memastikan ruang demokrasi tetap terlindungi.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *