banner 728x250
Hukum  

Sungai Lahei Menyaksikan Tradisi Noba Tetap Lestari, Pemerintah Diminta Beri Perhatian Khusus Masyarakat Adat

banner 120x600
banner 468x60

NARASINEGERI.MY.ID | MUARA TEWEH (29/08/2026) – Masyarakat adat di Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali melaksanakan tradisi Noba Adat di Sungai Lahei, Desa Karendan, pada Jumat (28/8/2026). Upacara adat ini merupakan warisan leluhur yang dijaga secara turun-temurun, menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai budaya tetap tegak berdiri di tengah arus perkembangan zaman.

 

banner 325x300

Tradisi Noba dilaksanakan menjelang musim kemarau. Uniknya, penangkapan ikan yang menjadi puncak kegiatan ini baru boleh dilakukan setiap lima tahun sekali. Selama kurun waktu tersebut, wilayah sungai dijaga bersama oleh warga desa demi menjaga kelestarian sumber daya air dan ikan di Sungai Lahei. Kegiatan ini mencakup wilayah Ogong, Desa Karendan, Desa Aragandang, hingga Desa Muara Pari.

 

Prianto Samsuri, pengusaha muda sekaligus tokoh muda setempat, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi tersebut. Menurutnya, Noba Adat merupakan tradisi yang masih hidup dan dihayati oleh masyarakat Dayak Kaharingan dan Dayak Bakumpai di wilayah Lahei.

 

“Tradisi ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan memiliki makna spiritual dan kultural yang mendalam — mengikat hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Sungai, hutan, dan tanah adalah nyawa kehidupan kita, maka menjaga alam berarti menjaga kehidupan sendiri,” tegas Prianto.

 

Ia berharap para Ketua Adat, Damang, dan seluruh masyarakat hukum adat terus bersatu menjaga warisan leluhur agar tidak hilang ditelan zaman. Di sisi lain, Prianto juga meminta pemerintah memberikan perhatian nyata serta ruang yang seluas-luasnya bagi keberadaan masyarakat hukum adat, khususnya di wilayah pedesaan.

 

“Modernisasi tidak harus menghapus identitas budaya. Selama generasi muda paham, peduli, dan mau mewariskannya, tradisi leluhur akan terus hidup abadi di bumi pertiwi,” tambahnya.

 

Pelaksanaan Noba Adat kali ini membuktikan bahwa kesetiaan terhadap nilai-nilai leluhur tetap kokoh. Keseimbangan alam dan kelestarian budaya menjadi satu kesatuan yang terus dijaga masyarakat Sungai Lahei untuk masa depan generasi mendatang.

(Tim Red)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *