JAKARTA — Indonesia Sports Summit 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional, termasuk cabang olahraga otomotif yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Ajang yang berlangsung pada 11–13 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, tersebut mengusung tema “Beyond The Game 2.0: From Nation Building To Global Industry”. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ini mempertemukan pemerintah, federasi olahraga, industri, akademisi, komunitas, hingga generasi muda dalam satu ruang kolaborasi.
Indonesia Sports Summit 2026 dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Erick Thohir, B.A., M.B.A. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin mendorong terbangunnya industri olahraga Indonesia yang inklusif, berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat global.
Salah satu organisasi yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut adalah Ikatan Motor Indonesia (IMI). Melalui booth IMI, masyarakat dan pecinta otomotif dapat memperoleh informasi mengenai berbagai aktivitas, prestasi, mobilitas, serta perkembangan olahraga otomotif di Jakarta maupun Indonesia.
Ketua Umum terpilih IMI DKI Jakarta periode 2026–2030, Ir. Rudi Bratanusa Eka, mengatakan kehadiran IMI dalam Indonesia Sports Summit 2026 menjadi kesempatan strategis untuk mendekatkan organisasi dan dunia olahraga otomotif kepada masyarakat.
“Dengan kita bikin booth di sini, kita membuka informasi seluas-luasnya tentang ini sehingga masyarakat dan pecinta otomotif yang ada di Jakarta maupun dari berbagai daerah bisa datang dan melihat apa yang ada,” ujar Rudi saat ditemui di booth IMI, Jumat (11/9/2026).
Menurut Rudi, IMI memiliki cakupan peran yang luas dalam dunia otomotif, baik dalam aspek olahraga prestasi maupun mobilitas. Karena itu, keterlibatan IMI dalam ajang olahraga berskala nasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi olahraga otomotif sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.
Namun, di balik partisipasi tersebut, Rudi menilai tantangan utama ke depan adalah bagaimana memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan. Ia memastikan pembinaan atlet otomotif menjadi salah satu perhatian utama yang akan dibawa dalam kepengurusan IMI DKI Jakarta periode 2026–2030.
Meski kepengurusan baru belum dilantik, sejumlah calon pengurus disebut telah mulai menyusun konsep dan arah pembinaan yang akan dijalankan. Langkah tersebut dilakukan dengan melibatkan orang-orang yang dinilai memiliki pengalaman serta kompetensi di bidang olahraga otomotif.
“Kami memilih kawan-kawan yang sudah aktif dan memiliki kompetensi untuk pembinaan dan pelatihan. Kami juga mulai melihat siapa atlet-atlet yang bisa kita ikutsertakan dalam berbagai pertandingan untuk DKI,” katanya.
Rudi menegaskan, pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan program latihan yang terarah, pemetaan potensi atlet, kompetisi yang berkesinambungan, serta dukungan dari berbagai pihak agar atlet-atlet DKI Jakarta mampu tampil kompetitif di berbagai ajang.
Dalam konteks tersebut, sinergi antara IMI DKI Jakarta dan IMI Pusat juga dinilai penting untuk memastikan program pembinaan berjalan lebih terarah dan memiliki kesinambungan.
“Pengurus barunya ini bukan orang-orang baru, tetapi muka-muka lama yang semuanya sudah punya kepentingan dan perhatian terhadap pembinaan,” ungkap Rudi.
Selain pembinaan atlet, Rudi juga menyoroti pentingnya penataan organisasi dan basis data anggota. Berdasarkan data sementara yang diterimanya, terdapat sekitar 300-an klub otomotif di wilayah DKI Jakarta. Namun, jumlah tersebut masih akan diverifikasi melalui proses registrasi ulang dan pendataan.
“Data yang baru saya lihat sekitar segitu, tetapi kita akan melakukan registrasi ulang dan pendataan kembali. Kita perlu memastikan mana anggota yang masih aktif dan mana yang administrasi atau persyaratannya belum lengkap,” jelasnya.
Menurutnya, pembaruan data menjadi langkah penting agar IMI DKI Jakarta memiliki basis informasi yang akurat mengenai klub dan anggota yang berada di bawah naungannya. Data tersebut nantinya dapat menjadi pijakan dalam menyusun program pembinaan, kompetisi, serta pengembangan olahraga otomotif di Ibu Kota.
Rudi berharap kepengurusan IMI DKI Jakarta periode 2026–2030 tidak hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga mampu mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, khususnya dalam mencetak atlet berprestasi dan memperkuat ekosistem olahraga otomotif.
“Saya harus melihat apa yang sudah dilakukan pengurus lama, kemudian mengoptimalkannya lagi, terutama tentang pembinaan atlet dan sport dengan kepengurusan yang baru,” pungkasnya.
Kehadiran IMI di Indonesia Sports Summit 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa olahraga otomotif memiliki ruang yang semakin luas dalam pembangunan industri olahraga nasional.
Dengan pembinaan yang terstruktur, penguatan organisasi, serta kolaborasi lintas sektor, olahraga otomotif diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup dan mobilitas masyarakat, tetapi juga mampu menjadi salah satu kekuatan olahraga prestasi Indonesia menuju level global.



















