banner 728x250

Kesehatan Olahraga Jadi Bagian Penting Ekosistem Olahraga Nasional

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Perkembangan olahraga nasional dinilai tidak cukup hanya bertumpu pada peningkatan prestasi atlet dan penyelenggaraan kompetisi. Aspek kesehatan, pencegahan cedera, serta pemulihan setelah berolahraga juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Hal tersebut mengemuka dalam Indonesia Sports Summit 2026 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, 11–13 September 2026.

banner 325x300

Mengusung tema “Beyond The Game 2.0: From Nation Building To Global Industry”, ajang tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, federasi olahraga, akademisi, komunitas, dan generasi muda untuk membahas berbagai aspek pengembangan olahraga Indonesia.

Selain prestasi dan industri olahraga, forum tersebut juga membuka ruang bagi sektor kesehatan olahraga untuk memperkuat ekosistem olahraga nasional. Salah satunya melalui kehadiran Jogja Sports Clinic (JSC), klinik kedokteran olahraga yang berbasis di Yogyakarta.

Pendiri sekaligus CEO Jogja Sports Clinic, Assoc. Prof. dr. M. Ikhwan Zein, Sp.KO., SubSp.ALK(K)., Ph.D., mengatakan aspek kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas olahraga, baik bagi atlet profesional maupun masyarakat umum.

Menurut dia, meningkatnya minat masyarakat untuk berolahraga perlu diikuti dengan pemahaman mengenai cara berolahraga yang tepat agar manfaat kesehatan dapat diperoleh secara optimal tanpa mengabaikan risiko cedera.

“Sekarang tidak harus atlet yang berolahraga, tetapi orang yang ingin sehat. Kadang mereka mengalami cedera, keseleo, tergelincir, jatuh dan sebagainya. Modalitas laser ini bisa digunakan untuk membantu proses pemulihan,” ujar Ikhwan saat ditemui di sela-sela pameran Indonesia Sports Summit 2026, Jumat (11/9/2026).

Ia menjelaskan, penanganan cedera merupakan salah satu bagian dari layanan kedokteran olahraga. Pendekatan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemulihan setelah cedera, tetapi juga mencakup upaya menjaga kondisi tubuh dan menyusun program aktivitas fisik sesuai kebutuhan seseorang.

Layanan kedokteran olahraga, lanjut Ikhwan, juga dapat membantu masyarakat dengan kondisi tertentu agar tetap dapat menjalankan aktivitas fisik secara aman. Hal ini termasuk masyarakat dengan gangguan postur maupun penyakit kronis degeneratif yang tetap ingin berolahraga.

“Untuk orang-orang yang mempunyai penyakit kronik degeneratif seperti osteoartritis lutut atau pengapuran, kemudian orang diabetes yang ingin berolahraga, kita bisa memberikan program latihannya,” jelasnya.

Menurut Ikhwan, paradigma mengenai kedokteran olahraga perlu terus diperluas. Layanan kesehatan olahraga bukan hanya dibutuhkan ketika seorang atlet mengalami cedera, melainkan juga dapat berperan dalam mendukung masyarakat agar mampu menjalankan aktivitas fisik secara tepat sesuai kondisi masing-masing.

Jogja Sports Clinic sendiri telah berkembang selama sekitar 10 tahun. Pada tahap awal, layanan yang dikembangkan lebih banyak berfokus pada fisioterapi. Seiring perkembangan kebutuhan serta penguatan kompetensi di bidang kedokteran olahraga, cakupan layanan kemudian diperluas.

Saat ini, layanan yang tersedia antara lain fisioterapi, terapi manual, sport massage, laser, TENS, ultrasound, terapi latihan, hingga tindakan injeksi regeneratif dan suntikan pada lutut sesuai indikasi medis.

Ikhwan mengatakan pengembangan layanan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan kedokteran olahraga yang lebih komprehensif. Ia berharap kehadiran JSC dalam Indonesia Sports Summit 2026 dapat memperkuat komunikasi antara dunia olahraga dan sektor kesehatan.

“Harapannya event ini bisa menjadi jembatan antara masyarakat olahraga dan orang yang kemudian mengalami cedera akibat olahraga. Kita menjadi jembatan untuk aspek kesehatannya, sehingga orang tetap berolahraga tetapi risiko cederanya berkurang, mendapat manfaat dari olahraga dan tidak salah olahraga yang kemudian malah cedera,” pungkasnya.

Ia menilai pembangunan olahraga nasional ke depan membutuhkan kolaborasi berbagai sektor. Prestasi atlet, partisipasi masyarakat, industri olahraga, ilmu pengetahuan, serta layanan kesehatan perlu berjalan beriringan untuk menciptakan ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan demikian, semangat “Beyond The Game” dalam Indonesia Sports Summit 2026 tidak hanya dimaknai sebagai upaya membawa olahraga menuju industri global, tetapi juga memastikan olahraga memberikan manfaat kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *