Jakarta – Bank Indonesia (BI) kembali menggelar pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-11, perhelatan tahun ini membawa kebaruan dengan berfokus pada dorongan pembiayaan UMKM berkelanjutan (green financing) guna memperluas akses pasar ekspor.
Direktur Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau BI, Kurniawan Agung, menjelaskan bahwa syarat berkelanjutan kini menjadi standar penting di berbagai negara maju.
”Pasar ekspor di beberapa negara maju seperti Eropa dan Jepang mempersyaratkan keberlanjutan sebagai salah satu komponen utama. Kalau UMKM mau memperluas pasar ke sana, mau tidak mau harus ke arah berkelanjutan. Maka kami dorong tidak hanya produknya, tetapi juga pembiayaannya agar match dengan perbankan,” ujar Kurniawan saat ditemui di lokasi pameran, Jakarta, Jumat 21/8/22.
Guna mendukung langkah tersebut, BI menggandeng lebih dari 13 bank umum—termasuk bank HIMBARA dan perbankan syariah—untuk menyalurkan pembiayaan khusus bagi debitur UMKM berkelanjutan.
Inovasi dan Akses Pasar Anak Muda
KKI 2026 melibatkan sekitar 550 UMKM yang hadir secara luring (offline), di samping kurasi pameran daring (online) yang dapat diakses melalui akun Instagram resmi Karya Kreatif Indonesia.
Selain menyasar pasar global, KKI tahun ini juga memperluas jangkauan pasar domestik, khususnya segmen anak muda melalui area khusus Youth Island. Area ini menghadirkan beragam produk tren anak muda seperti busana batik modern, jaket, topi, tas, parfum, produk kecantikan, hingga sepatu. BI juga bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dalam menghadirkan area Pesona Nusantara untuk mempromosikan desa wisata berkelanjutan.
Kapasitas dan Digitalisasi Lebih Utama dari Modal
Terkait tantangan UMKM, Kurniawan menegaskan bahwa persoalan modal bukanlah hambatan utama, melainkan kapasitas, konsistensi kualitas, dan legalitas kelembagaan.
”Modal itu urusan paling belakang. Yang utama adalah kapasitas dan kualitas yang konsisten agar tidak mengecewakan buyer. Selain itu, UMKM harus masuk ke digitalisasi pemasaran, sistem pembayaran, serta literasi keuangan,” jelasnya.
Untuk membimbing pencatatan keuangan UMKM agar memenuhi standar perbankan, BI telah menyediakan aplikasi pencatatan laporan keuangan gratis yang disusun bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
Melalui gelaran tahunan ini, BI berharap semakin banyak UMKM yang mampu terhubung dengan rantai pasok (value chain) baik skala domestik maupun internasional.
- KKI 2026: Bank Indonesia Dorong Pembiayaan Berkelanjutan untuk Bawa UMKM Tembus Pasar Global – 21/08/2026
- SMA Labschool Kebayoran Gelar SkyAvenue 2026: Kreativitas Mandiri Pelajar dan Aksi Nyata Peduli Lingkungan – 02/08/2026
- Dihadiri Said Aldi Al Idrus dan Zaki Iskandar, PD AMPG DKI Jakarta Resmi Dikukuhkan – 14/06/2026













