Jakarta – Dalam beberapa waktu belakangan telah terdapat isu mengenai kasus beberapa oknum Kepolisian yang melakukan pelanggaran berat seperti penggunaan narkotika, penjualan kembali barang bukti narkotika, hingga penembakan yang membuat rasa kepercayaan masyarakat terhadap Institusi Polri merosot tajam hingga terjadi aksi demonstrasi beberapa waktu yang lalu. Yang kemudian beredar juga narasi – narasi yang menyudutkan instansi Polri karena kasus – kasus oknum tersebut seperti “Polisi Pembunuh” dan semacamnya, yang semakin menguatnya prasangka masyarakat untuk mengira bahwa instansi Polri dipenuhi oleh anggota – anggota bermasalah.
Meski dalam kasus – kasus oknum kepolisian tersebut, Polri tetap memberikan hukuman yang sesuai dengan perbuatan anggota – anggotanya tersebut, mulai dari disel, penurunan pangkat dan jabatan, hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Karena itu LSM Laskar Merah Putih (LMP) terus mendukung Polri, karena menurut ketua Laskar Merah Putih (LMP) H. Agus Salim, Polri telah bekerja dan berkorban lebih untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat “Kepolisian ya atau Polri telah mengerahkan seluruh tenaga mereka untuk mengamankan, menyamankan, dan melayani masyarakat selama ini, diluar dari kejadian – kejadian yang terjadi karena oknum ya, Polri patut diapresiasi”.
LSM Laskar Merah Putih (LMP) juga menegaskan bahwa rencana merubah Polri yang tadinya dibawah Presiden menjadi dibawah Kementerian adalah suatu kesalahan meskipun itu hanyalah masih sebuah ide, karena Kepolisian harus langsung dibawah Presiden agar tidak mendapatkan intervensi dalam melakukan penegakan hukum.



















