banner 728x250
Berita  

Temui Ongen Sangaji di DPRD DKI, Panitia Hatuhaha–Tuhaha Matangkan Langkah Bangun Rumah Besar Warga di Jakarta

banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA — Upaya memperkuat persatuan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta terus bergerak. Panitia Silaturahmi Akbar Masyarakat Hatuhaha–Tuhaha menggelar audiensi dengan Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Fraksi NasDem, M. Ongen Sangaji, SH, di Ruang Rapat Fraksi Partai NasDem, Lantai 5 Gedung DPRD Provinsi DKI Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Audiensi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi bagian dari langkah lanjutan panitia pasca pelaksanaan Silaturahmi Akbar Hatuhaha–Tuhaha, yang sebelumnya sukses mempertemukan warga dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan. Pertemuan di DPRD DKI Jakarta tersebut sekaligus menjadi ruang strategis untuk mematangkan gagasan pembentukan wadah bersama sebagai rumah besar masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di perantauan.

banner 325x300

Dalam pertemuan itu, M. Ongen Sangaji, yang juga dikenal sebagai tokoh Maluku di Jakarta, menegaskan bahwa masyarakat Hatuhaha–Tuhaha memiliki kekuatan besar apabila mampu menjaga kekompakan dan menjadikan persatuan sebagai fondasi utama. Menurutnya, kehidupan di perantauan membutuhkan solidaritas yang kuat, bukan sekadar kedekatan emosional, tetapi juga organisasi yang mampu mempersatukan langkah dan tujuan bersama.

Ayo jaga kekompakan, jaga persatuan dan kesatuan. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua unsur Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta harus bersatu agar menjadi kekuatan besar, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa depan generasi kita,” ujar Ongen Sangaji.

Sebagai anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Ongen juga menyampaikan bahwa dirinya siap membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan masyarakat, terutama jika ada persoalan yang berkaitan dengan pemerintahan, administrasi, maupun pertanahan. Ia menegaskan, wakil rakyat harus hadir sebagai jembatan aspirasi masyarakat, termasuk membantu warga memperoleh kejelasan dan akses penyelesaian atas persoalan yang dihadapi.

Namun lebih jauh, Ongen menilai kebutuhan paling penting masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta saat ini adalah membangun satu wadah kolektif yang kokoh dan berkelanjutan. Baginya, organisasi bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi instrumen untuk menjaga silaturahmi, menyatukan potensi, memperkuat posisi sosial warga di perantauan, sekaligus menyiapkan generasi muda agar mampu mengambil peran lebih besar di Ibu Kota.

Kita perlu rumah bersama. Organisasi itu penting agar semua potensi yang ada tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan organisasi, kita bisa menjaga persaudaraan, memperkuat posisi kita di Jakarta, dan menyiapkan generasi Hatuhaha–Tuhaha yang lebih kuat di masa depan,” katanya.

Dukungan tersebut disambut positif oleh panitia. Perwakilan panitia, Musa Marasabessy, SH, mengatakan audiensi dengan Ongen Sangaji menjadi bagian penting dari upaya menjaga momentum yang lahir dari Silaturahmi Akbar Hatuhaha–Tuhaha. Menurutnya, pertemuan akbar yang sebelumnya digelar telah membuktikan bahwa semangat persaudaraan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta masih sangat kuat dan menjadi modal besar untuk membangun konsolidasi yang lebih terarah.

Silaturahmi Akbar kemarin menunjukkan bahwa masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta masih punya energi kebersamaan yang besar. Karena itu, panitia merasa penting untuk menindaklanjuti semangat itu, bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi sebagai awal membangun wadah bersama yang benar-benar menjadi rumah bagi seluruh keluarga Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta,” ujar Musa.

Musa menambahkan, panitia saat ini tengah mematangkan konsep organisasi bersama yang akan menaungi masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta. Sejumlah hal yang sedang dibahas antara lain nama organisasi, format kepemimpinan, hingga arah program yang diharapkan mampu memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan kontribusi masyarakat Hatuhaha–Tuhaha di tanah rantau.

Audiensi tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur panitia, di antaranya Musa Marasabessy dari keluarga besar Kailolo, Hendrik Noya, SH, MH dari keluarga Hulaliu Haturesy Rakanyawa, Syahrudin Latuconsina selaku Ketua Umum GMP, Ali Sangadji selaku Ketua Rohomoni, Hendrik Louhanapessy dari Tuhaha, serta Ismail Tuasamu selaku Panglima Kailolo.

Bagi panitia, audiensi di Gedung DPRD DKI Jakarta ini menjadi penanda bahwa semangat persatuan masyarakat Hatuhaha–Tuhaha tidak berhenti pada pertemuan akbar semata. Dengan dukungan M. Ongen Sangaji sebagai anggota DPRD DKI Jakarta sekaligus tokoh Maluku, panitia berharap proses konsolidasi yang tengah berjalan dapat melahirkan rumah besar Hatuhaha–Tuhaha di Jakarta—sebuah wadah yang tidak hanya merawat persaudaraan, tetapi juga menjadi kekuatan bersama untuk generasi mendatang.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *