banner 728x250
Berita  

Hujan Deras Picu Pergerakan Tanah di Serang Baru, Puluhan Rumah Terancam

PERGERAKAN TANAH : Rumah Warga di Perumahan Villa Lestari 1 Desa Jaya Sampurna Kecamatan Serang Baru mengalami pergerakan tanah akibat curah hujan tinggi.
banner 120x600
banner 468x60

KAB. BEKASI, NARASI NEGERI –

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Serang Baru memicu pergerakan tanah di dua kawasan permukiman, yakni Perumahan Villa Lestari 1, Desa Jayasampurna, serta Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam. Peristiwa ini membuat sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, dari retak ringan hingga kondisi yang dinilai membahayakan.

banner 325x300

Pergerakan tanah dipicu amblasnya tanggul pembatas antara kawasan perumahan dan aliran Kali Cikarang. Tanggul yang tidak mampu menahan peningkatan debit air akhirnya runtuh, menggerus tanah di sekitarnya, dan menimbulkan longsoran yang terus meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, menyampaikan bahwa tim BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan, penilaian risiko, serta koordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari pengurus lingkungan hingga pemerintah desa dan pihak pengembang.

“Ini murni bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi. Tidak ada korban jiwa, tetapi ada 12 rumah dengan sembilan kepala keluarga yang saat ini berada dalam kondisi terancam,” kata Dodi, Kamis (29/1/2026).

Menurut dia, pergerakan tanah tidak hanya terjadi di satu titik. Di Perumahan Villa Lestari 1 RT 033 RW 017 dan Perumahan Mega Regency RT 34 RW 09, pergeseran tanah mencapai sekitar lima meter, dengan panjang area terdampak kurang lebih 35 meter.

Melihat kondisi tersebut, BPBD merekomendasikan penanganan teknis yang bersifat segera sekaligus jangka panjang. Penguatan struktur tanah dinilai mutlak diperlukan, mengingat jarak antara perumahan dan aliran sungai tergolong sangat dekat.

“Untuk penanganan permanen, kami merekomendasikan pembangunan turap atau tanggul penguat tanah. Sementara, dalam kondisi darurat ini, dibutuhkan bronjong, bambu, dan terpal sebagai penahan sementara agar pergerakan tanah tidak semakin meluas,” ujarnya.

Di sisi lain, kekhawatiran juga disampaikan warga. Ketua RW 17 Perumahan Villa Lestari 1, Suyatno, menuturkan bahwa sejak awal warga sudah mengusulkan pembangunan tanggul yang lebih kuat. Namun, realisasi di lapangan dinilai belum menjawab ancaman longsor yang terus mengintai.

“Kami sudah sampaikan ke pihak pengembang, responsnya cepat, tapi pengerjaannya kurang maksimal. Tanah hasil pengerukan sungai hanya ditumpuk tanpa konstruksi permanen. Dari situlah muncul retakan kecil, lalu bergeser, sampai akhirnya longsor seperti sekarang,” katanya.

Berdasarkan pendataan lingkungan, sekitar 10 rumah mengalami dampak langsung dengan kategori rusak ringan hingga sedang, terutama pada bagian dinding yang retak akibat pergeseran tanah. Bahkan, beberapa warga memilih melakukan perbaikan secara mandiri karena belum ada penanganan pada unit rumah.

“Sudah ada warga yang renovasi sendiri karena khawatir. Sampai sekarang perbaikan dari pengembang baru sebatas infrastruktur, belum menyentuh rumah,” tambah Suyatno.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *