banner 728x250

Ziarah Nasional HJB 696: Menghidupkan Kembali Spirit Perlawanan Leluhur di Era Modern

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta, narasinegeri.my.id– Peringatan Hari Jadi Bone (HJB) ke-696 tak sekadar menjadi agenda tahunan. Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, bersama istri, memimpin langsung prosesi ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Senin (31/3/2026), sebagai penegasan bahwa sejarah adalah fondasi utama pembangunan daerah.

banner 325x300

Prosesi berlangsung khidmat dengan tata upacara militer yang disiplin di bawah komando Letkol Inf Ernies selaku Kepala Protokol Kogartap I/Jakarta.

Kehadiran jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bone, tokoh masyarakat, hingga diaspora dari berbagai wilayah memperkuat makna kegiatan tersebut sebagai momentum kolektif lintas generasi.

Dalam refleksi HJB tahun ini, sosok La Pawawoi Karaeng Sigeri kembali diangkat sebagai simbol perlawanan dan keteguhan terhadap kolonialisme Belanda. Nilai perjuangan yang diwariskan dinilai relevan dengan tantangan masa kini, terutama dalam menjaga jati diri dan kedaulatan daerah di tengah arus globalisasi.

“Sejarah tidak boleh berhenti sebagai cerita. Ia harus hidup dalam sikap dan tindakan generasi hari ini,” menjadi semangat yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Sorotan juga tertuju pada kehadiran diaspora Bone, termasuk pengusaha asal Singapura, Ahmad Datuk, yang menunjukkan bahwa ikatan emosional terhadap tanah leluhur tetap kuat meski berada di luar negeri. Kehadiran mereka mempertegas bahwa Bone bukan hanya wilayah geografis, tetapi identitas yang melekat di manapun warganya berada.

Dari kalangan jurnalis, Pembina Aliansi Jurnalis Bersatu, Dra. Andi Urfia Santi, menekankan pentingnya soliditas dan peran pers dalam mengawal bangsa.

“AJB harus semakin kompak, solid, dan terus semangat dalam mengawasi serta mengawal NKRI,” tegasnya kepada awak media.

Senada dengan itu, Ketua Umum DPP AJB, Andi Mulyati Pananrangi, menilai ziarah ini memiliki dimensi edukatif yang kuat. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ritual seremonial, melainkan ruang pembelajaran sejarah yang konkret bagi generasi muda.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *