banner 728x250

Gema dari Kalibata: M. Syawali Desak Transformasi Sektor Perumahan dan Pemerataan Investasi Nasional

banner 120x600
banner 468x60

​narasinegeri.my.id,JAKARTA – Di bawah naungan langit Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, sebuah pesan kuat tentang masa depan Indonesia bergema. Bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bone ke-696, Selasa (31/3/2026), Ketua Umum Asosiasi Asprumnas, M. Syawali, menyerukan reposisi strategi pembangunan nasional yang lebih memihak pada rakyat kecil.

​Ziarah ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan bagi para pendahulu, tetapi juga panggung refleksi tajam mengenai ketimpangan sosial yang masih menghantui tanah air.

banner 325x300

Rumah Rakyat sebagai Pilar Keadilan

​Syawali menegaskan bahwa kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga negara memiliki akses terhadap hunian yang layak. Ia menyoroti pentingnya kehadiran negara secara konkret dalam menyediakan “Rumah Rakyat” yang terjangkau sebagai basis kesejahteraan sosial.

​”Pembangunan tidak boleh berjalan setengah hati. Kita butuh aksi nyata, bukan sekadar retorika. Negara harus hadir di tengah rakyat melalui pemenuhan kebutuhan dasar, terutama hunian,” tegas Syawali.

Akselerasi Investasi di Luar Jawa

​Guna memutus rantai ketimpangan ekonomi, Syawali memastikan langkah investasi masif akan diarahkan ke wilayah-wilayah strategis di luar pusat pertumbuhan tradisional. Fokus utama akan menyasar:

  • Kertajati (Jawa Barat)
  • Bone (Sulawesi Selatan)
  • Lampung
  • Sumatera Utara

​Targetnya jelas: menghapus ego sektoral dan memastikan roda ekonomi berputar serentak dari Sabang sampai Merauke. “Kita tidak ingin pembangunan hanya terpusat. Semua daerah harus maju bersama sebagai satu kesatuan Merah Putih,” tambahnya.

Kritik Sosial dan Harapan Kepemimpinan

​Meski optimis, Syawali memberikan kritik tajam terhadap potret kemiskinan ekstrem yang masih terlihat, di mana warga masih harus memulung sejak dini hari demi bertahan hidup. Ia menilai akar masalahnya terletak pada tata kelola sumber daya yang belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat bawah.

​Terkait arah kepemimpinan nasional, Syawali menaruh harapan besar pada Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil langkah berani dalam mewujudkan keadilan sosial. Ia juga mengapresiasi kontribusi Rahmat Mirzani Djausal yang dinilai konsisten dalam mendorong kolaborasi pembangunan daerah.

Menuju Indonesia Emas 2045

​Untuk mencapai target Indonesia sebagai salah satu negara terkaya di dunia pada 2045, Syawali mengingatkan bahwa tidak ada ruang bagi kerja yang “biasa-biasa saja”.

  • Persatuan Nasional: Menjadi senjata utama menghadapi tantangan global.
  • Peran Media: Diharapkan menjadi motor penggerak optimisme, bukan sekadar penyampai informasi.

​Senada dengan hal tersebut, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., yang turut hadir, menekankan bahwa persatuan adalah fondasi yang tidak boleh goyah. “Persatuan adalah modal utama kita menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.

​Pesan dari Kalibata ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pemangku kepentingan: Waktunya bertindak sudah tiba, dan kesejahteraan rakyat adalah harga mati.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *