Narasinegeri, Jakarta, 13 April 2026 — Sejumlah ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim Indonesia menyerukan pentingnya persatuan dunia Islam sebagai langkah mendesak untuk menciptakan tata dunia baru yang damai, adil, sejahtera, dan beradab di tengah memanasnya konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Seruan tersebut disampaikan sebagai respons atas eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yang dinilai telah memicu tragedi kemanusiaan baru, di saat penderitaan rakyat Palestina di Gaza masih terus berlangsung.
Dalam pernyataan bersama bertajuk “Seruan Ulama, Zuama, dan Cendekiawan Muslim Indonesia tentang Urgensi Persatuan Dunia Islam untuk Penciptaan Tata Dunia Baru yang Damai, Adil, Sejahtera, dan Beradab”, para tokoh menegaskan bahwa serangan terhadap Iran merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.
Mereka menilai agresi tersebut berpotensi memperluas konflik menjadi perang global yang dapat membawa dampak buruk terhadap stabilitas politik, ekonomi, dan peradaban dunia secara menyeluruh.
“Perang yang berkelanjutan dan meluas hanya akan membawa malapetaka dunia dan kehancuran peradaban umat manusia,” demikian salah satu poin penting dalam seruan tersebut.
Para ulama dan cendekiawan menegaskan bahwa Islam adalah agama perdamaian (din al-salam) dan keadilan (din al-‘adl). Karena itu, mereka menyerukan perlunya ishlah syamilah, yaitu perbaikan menyeluruh melalui penghentian perang secara total dan permanen, penyelesaian konflik secara berkeadilan, serta pembenahan tata kehidupan global berdasarkan nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan.
Selain itu, mereka mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beserta lembaga internasional terkait, seperti Dewan Keamanan PBB, Mahkamah Internasional (ICJ), dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai menjadi penyebab perang.
Seruan juga ditujukan kepada para pemimpin negara-negara Islam agar mengedepankan persatuan dan solidaritas keislaman, serta mengesampingkan perbedaan yang berpotensi memecah belah umat.
Secara khusus, mereka mengajak dunia Islam untuk memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina dan menjaga kesucian Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam.
“Segala bentuk perbedaan dan silang sengketa sesama negara Islam harus diselesaikan dalam semangat ukhuwah Islamiyah dan mengedepankan kepentingan umat,” tegas pernyataan tersebut.
Tidak hanya kepada pemerintah, seruan ini juga ditujukan kepada umat Islam di seluruh dunia agar memperkuat persaudaraan lintas mazhab dan etnis, serta tidak terprovokasi oleh politik adu domba yang memecah persatuan antara Sunni dan Syiah maupun Arab dan Persia.
Menurut para tokoh, momentum konflik Timur Tengah 2026 harus menjadi pelajaran penting bagi dunia Islam untuk melakukan introspeksi dan membangun solidaritas global bersama seluruh bangsa yang mencintai perdamaian dan keadilan.
Mereka pun mengusulkan pembentukan Aliansi Global untuk Kemanusiaan yang Adil dan Beradab sebagai langkah nyata membangun tatanan dunia baru yang lebih damai, adil, dan bermartabat. (Manto).









